Jurnal Pasee Blog's

Hari Ini dalam Sejarah: Misteri Kehancuran Kota Sodom

 

Keterangan Foto: Ilustrasi Kota Sodom yang hancur. (Foto: Wikipedia)


JURNALPASEE.COM - Kota Tall el-Hammam di Yordania hancur diduga akibat ledakan asteroid. Kisah yang dibongkar oleh para peneliti ini dikaitkan dengan kehancuran Kota Sodom di era Nabi Luth. Dinukil dari Nature, Senin (20/9), analisis peneliti didapat dari puing-puing Tall el-Hammam guna menemukan apa yang menghancurkan kota kuno sekitar 3.600 tahun silam. Adapun penelitian ini memakan waktu hampir 15 tahun dengan melakukan penggalian yang melelahkan oleh ratusan orang.

Penelitian juga melibatkan lebih dari dua lusin ilmuwan di 10 negara bagian di AS, serta Kanada dan Republik Ceko. Mereka terdiri dari arkeolog, ahli geologi, ahli geokimia, ahli geomorfologi, ahli mineral, ahli paleobotani, ahli sedimentologi, ahli dampak kosmis, dan dokter medis, catat Kumparan.

Sebagaimana dikutip dari Science Alert, mulanya para peneliti menduga kehancuran Tall el-Hammam disebabkan oleh kebakaran, peperangan, ledakan gunung berapi, gempa bumi atau petir. Namun, semuanya tidak cocok dengan temuan di lapangan. Pasalnya, investigasi sisa-sisa reruntuhan kota membuktikan, peristiwa destruktif yang melibatkan suhu tinggi, termasuk potongan tembikar dan logam yang meleleh. Bangunan kota yang terbuat dari batu bata lumpur hancur berkeping-keping.

Masih dari sumber yang sama, peneliti menggunakan Online Impact Calculator untuk membuat model skenario yang sesuai dengan bukti di lapangan. Sistem tersebut memungkinkan peneliti untuk memperkirakan banyak detail dari peristiwa dampak kosmis dan ledakan nuklir. Temuannya, Kota Tall el-Hammam hancur oleh ledakan asteroid kecil. Asteroid itu awalnya melaju ke arah kota dengan kecepatan sekitar 61.000 kph. Lalu, meledak menjadi bagian bat kecil di atmosfer sekitar 4 kilometer di atas tanah. Ledakan itu sekitar 1.000 kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima. 

Menyibak misteri

Dilansir dari Times of Israel, kajian ini lahir dari sebuah teka-teki sejarah: “Bahwa lahan pertanian paling produktif di kawasan itu, yang telah menopang peradaban yang berkembang terus-menerus selama setidaknya 3.000 tahun, harus tiba-tiba melepaskan, lalu menolak, tempat tinggal manusia untuk jangka waktu yang begitu lama telah memohon penyelidikan,” kata situs penggalian.

Tim ilmuwan dari New Mexico Tech, Northern Arizona University, NC State University, Elizabeth City (NC) State University, DePaul University, Trinity Southwest University, Comet Research Group, dan Los Alamos National Laboratories menganalisis sampel dari 12 musim Tall el -Penggalian Hammam untuk menyimpulkan bahwa penjelasan paling logis untuk kematian pemukiman adalah ledakan meteor.

Makalah ini mensurvei beberapa baris bukti yang secara kolektif menunjukkan peristiwa ledakan kosmik serupa Tungus yang melenyapkan peradaban — termasuk negara-kota Zaman Perunggu Tengah yang ditambatkan oleh Tall el-Hammam — di Ghor Tengah (dataran melingkar berdiameter 25 km tepat di utara Laut Mati) ca. 1700 SM, atau 3.700 tahun sebelum sekarang (3.7kaBP),” tulis para penulis. 

“Berdasarkan bukti arkeologis, dibutuhkan setidaknya 600 tahun untuk pulih dari kehancuran dan kontaminasi tanah sebelum peradaban kembali terbentuk di Ghor Tengah bagian timur,” tulis mereka.

Karena peristiwa itu, penduduk kota sontak terkejut. Suhu udara dengan cepat naik di atas 2.000 derajat Celcius. Pakaian dan kayu segera terbakar. Pedang, tombak, batu bata, dan tembikar mulai meleleh. Hampir seketika, seluruh kota terbakar. Beberapa detik berselang, kumpulan batu asteroid kecil menghantam kota. Bergerak dengan kecepatan sekitar 1.200 kph, itu lebih kuat daripada tornado yang pernah tercatat. Angin kencang mematikan meluluhlantakkan kota dan menghancurkan setiap bangunan.

Versi Alkitab dan Alquran

Dalam Alkitab dan Alquran, Kota Sodom digambarkan pusat kota dekat Laut Mati dan kehancurannya dipicu oleh batu api yang jatuh dari langit. Penghuni kota yang disebut kaum Sodom, dalam Surat Al Araf ayat 80 dan Al Ankabut ayat 28 diceritakan merupakan kaum pertama di dunia yang melakukan perbuatan keji yakni menyukai sesama jenis atau yang lebih dikenal dengan istilah LGBT.

Kembali lagi soal kehancuran Tall el-Hammam, diyakini merupakan penghancuran kota tertua kedua dari pemukiman manusia oleh peristiwa dampak kosmis, setelah desa Abu Hureyra di Suriah sekitar 12.800 tahun yang lalu.

 Hal yang menakutkan adalah peneliti meyakini hampir pasti ini bukan kali terakhir kota di dunia mengalami nasib yang hancur akibat asteroid. Kekhawatiran ini diperkuat dengan data pada September 2021, ada lebih dari 26.000 asteroid dekat Bumi yang diketahui dan seratus komet dekat Bumi periode pendek.(Matamatapolitik)

Salam Jurnalpasee.com

Alhamdulillah, Aceh Bebas Zona Merah, Ini Datanya


 Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG


JURNALPASEE.COM, BANDA ACEHSatuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, memastikan Provinsi Aceh sudah bebas zona merah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut hasil analisis data periode 13-19 September oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, 14 daerah di Aceh 'naik kelas' zona menjadi lebih baik.

“Peta Zonasi Risiko Covid-19 terbaru menunjukkan zona kuning mendominasi daerah Aceh pekan ini,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media massa di Banda Aceh, Rabu (22/9/2021).

Ia menuturkan, selain Banda Aceh yang naik kelas dari zona merah pekan lalu menjadi oranye pekan ini, juga Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Sabang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Subulussalam, dan  Aceh Singkil, yang statusnya menjadi zona kuning. Sebelumnya 13 kabupaten/kota itu zona oranye.

Sedangkan Aceh Tenggara dan Simeulue, lanjut juru bicara yang akrab disapa SAG, masih bertahan sebagai zona kuning, atau zona risiko rendah peningkatan kasus Covid-19.

Begitu juga Pidie bersama Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Aceh Selatan, masih tetap zona oranye, seperti pekan sebelumnya.

Kemudian SAG mengatakan, peta zonasi risiko Covid-19 Aceh dalam pekan ini tidak ada lagi  zona merah dan dominan zona kuning.

Zona kuning meliputi  Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Sabang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue.

Sedangkan kabupaten/kota yang masih zona oranye, zona risiko sedang peningkatan kasus Covid-19, meliputi Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Selatan.

Zona oranye bisa menjadi zona kuning, tetap oranye, atau malah menjadi zona merah pada pekan depan. Begitu juga daerah yang meraih kuning, katanya.

Karena itu, kata SAG, semua elemen masyarakat seyogyanya proaktif mencegah peningkatan kasus baru, meningkatkan kesembuhan, dan menekan jumlah kasus meninggal dunia.

"Masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan ikut vaksinasi Covid-19 untuk mencegah kasus baru," katanya.

Petugas kesehatan dengan partisipasi tokoh dan masyarakat melanjutkan testing dan tracing agresif untuk memutuskan transmisi virus corona.

Sementara resiko kematian dapat ditekan melalui pengobatan dini. Semakin cepat mendapat penanganan sesuai kebutuhan medis makin besar peluang sembuh dan memperkecil risiko meninggal dunia.

“Kita berharap kondisi pandemi Aceh akan terus membaik dengan peningkatan satus zonasi dari zona oranye menjadi zona kuning dan kemudian “naik kelas’ menjadi zona hijau, zona yang dianggap paling aman dari risiko peningkatan kasus Covid-19,” tuturnya.(Serambinews)


Salam JurnalPasee.com

 

Kapolda dan Pangdam Dukung Vaksinasi Siswa, Apresiasi Ketegasan Kadisdik Aceh


 Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, Pangdam IM, Mayjen Achmad Marzuki, dan pejabat lainnya mendengar Arahan Kapolri dan Panglima TNI secara virtual terkait serbuan vaksinasi, di Banda Aceh, Selasa (21/9/2021).

JURNALPASEE.COM, Banda Aceh - Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, dan Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Achmad Marzuki, sepakat dan mendukung upaya percepatan vaksinasi bagi anak usia sekolah yang kini sedang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Dukungan itu disampaikan Kapolda dan Pangdam saat hadir bersama Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, pada pelaksanaan Vaksinasi dan Bakti Sosial Nusantara di Stasiun TVRI, Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (21/9/2021).

Vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh alumni Akabri 98 Aceh. Hadir pula, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, dan alumni Akabri 98.

Pada kesempatan itu, Kapolda memaparkan strategi-strategi yang sudah diterapkan pihaknya untuk mendukung percepatan vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah.

Strategi itu, sebut Irjen Pol Ahmad Haydar, berupa kegiatan humanis dan masif seperti program Go to School, Go to Dayah, Go to Kampus, dan Go to Gampong.

Selain itu, lanjut Kapolda, pihaknya juga menjalankan program public address yang berisi ajakan-ajakan dari para ulama agar masyarakat mau mengikuti vaksinasi.

"Semua cara kami lakukan, termasuk program-program yang mendukung vaksinasi untuk meningkatkan imunitas masyarakat sehingga terciptanya herd immunity (kekebalan kelompok-red)," ungkap Ahmad Haydar seperti dikutip Serambi dalam siaran pers Humas Polda Aceh, kemarin.

Sementara itu, Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki, mengajak awak media untuk ikut serta membantu Forkopimda Aceh dalam menyosialisasikan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

"Mohon bantuan awak media untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat agar target vaksinasi harian kita bisa tercapai," ajak Pangdam.

Dalam acara tersebut, Kapolda dan Pangdam juga ikut menanggapi secara positif pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, yang tegas terhadap percepatan vaksinasi bagi anak usia sekolah.

Menurut Pangdam, pernyataan tegas Kadisdik Aceh itu adalah ungkapan kasih sayang kepada warga sekolah agar meningkatkan imunitas dan herd immunity segera tercipta di Tanah Rencong.

Kapolda dan Pangdam juga sepakat dan mendukung upaya percepatan vaksinasi untuk anak usia sekolah yang kini sedang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Ketegasan untuk keselamatan banyak orang, menurut Kapolda, adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin dan merupakan hukum tertinggi.

Hal ini, sambung Irjen Pol Ahmad Haydar, sesuai dengan kata pepatah hukum: ‘Salus Populi Suprema Lex Esto.’

"Kita patut mengapresiasi pernyataan tegas dari Kadis Pendidikan Aceh, bagi kepala sekolah yang tidak mampu mengendalikan vaksinasi di sekolahnya patut dievaluasi," kata Kapolda yang diiyakan Pangdam.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, menyampaikan, upaya yang dilaksanakan Forkopimda Aceh dan stakeholder lainnya dalam penanganan Covid-19 sejalan dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Menurut Nova, pihaknya bersama TNI dan Polri bersinergi guna mempercepat vaksinasi secara mobile agar program-program tersebut berjalan humanis.

Di samping sinergisitas dengan TNI/ Polri, Gubernur juga sangat mengharapkan kontribusi dari para ulama untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak ragu menerima vaksin. Sebab, sambung Nova Iriansyah, vaksinasi adalah ikhtiar bersama untuk bisa segera keluar dari pandemi Covid-19.

"Secara pribadi dan kelembagaan, saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan alumni Akabri 98 Aceh. Ini adalah ikhtiar nyata untuk menyukseskan program vaksinasi di provinsi yang kita cintai ini," ujar  Gubernur seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, sore kemarin.Seperti diberitakan sebelumnya, Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM, mengultimatum kepala SMA/SMK dan SLB agar menyegerakan vaksinasi siswa sebelum 30 September mendatang.

Bila hingga batas waktu tersebut vaksinasi tidak mampu disukseskan, Alhudri mempersilakan kepala sekolah untuk mengundurkan diri.

 Alhudri menyampaikan hal itu saat mendampingi Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, dalam pertemuan dengan Kepala SMA/SMK dan SLB di SMK Negeri 2 Blangkejeren, Gayo Lues, pada Minggu (19/9/2021)."Ini saya tegaskan kepada kepala SMA, SMK, dan SLB. Jika tidak mampu, saya persilakan mundur saja," tegas Alhudri.

Kadisdik Aceh menuturkan, vaksinasi adalah persoalan serius.Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus berkunjung ke Aceh hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi. Karena itu, Alhudri menekankan kepada kepala sekolah, terutama wali kelas, untuk melakukan berbagai upaya agar siswa bersedia divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.(Serambinews)


Salam JurnalPasee.com

Sejarah Panjang Perjalanan Timor Leste Menuju Kemerdekaan

 

(Ilustrasi Timur Leste)

JurnalPasee.comTimor Leste merupakan salah satu negara termuda di dunia.Negara ini resmi berdiri pada tahun 2002 setelah lepas dari Indonesia.Diketahui, Timor Leste memperingati hari kemerdekaannya pada tanggal 30 Agustus.

Dalam sejarah Timor Leste, negara berjuluk 'Bumi Loro Sae' ini dapat dikatakan pernah berbagi penderitaan dengan Bangsa Indonesia.Seperti Indonesia dan kebanyakan negara tetangga, Timor Leste pun pernah menjadi negara jajahan Bangsa Eropa.

 Meski begitu, pada masa-masa menjelang terbentuknya negara Timor Leste, Indonesia pun menjadi sosok penjajah di mata 'Bumi Loro Sae'.Negara yang kini bernama resmi Republik Demokratik Timor Leste ini memiliki sejarah pelik, jatuh dari tangan ke tangan penjajah selama beratus-ratus tahun.

Kekayaan kayu cendana yang dimilikinya, disebut-sebut merupakan daya tarik untuk Bangsa Eropa datang ke negara di sebelah timur Indonesia ini.Seperti apa sejarah Timor Leste yang kini telah menjadi negara yang berdiri sendiri?

Melansir Britannica.com, Portugis merupakan negara yang pertama menetap di Pulau Timor pada tahun 1522.

Sekitar 93 tahun kemudian, datanglah Belanda yang tak mau kalah untuk mengusasi pulau ini, tepatnya pada 1613.

Belanda dan Portugis berjuang untuk supremasi atas Timor, dan kedaulatan Portugis atas bagian timur pulau itu diselesaikan dengan perjanjian pada tahun 1860 dan 1893, meskipun yang terakhir baru efektif pada tahun 1914.

Keberadaan dua kekuatan Eropa di Pulau Timor ini pun membuat Timor Leste terbagi menjadi dua, yaitu bagian timur yang dikuasai Portugis dan bagian barat yang berada di bawah kekuasaan Belanda.

Tak hanya dua negara tersebut yang terlibat dalam penguasaan Pulau Timor.Jepang pun ikut menduduki Timor selama Perang Dunia II.Setidaknya Jepang sempat menguasai Timor Leste dari 1942 hingga 1945, sebelum kemudian kekalahannya dalam Perang Dunia II membuatnya harus mundur.Setelah Jepang kalah pada perang dunia II, Portugis kembali menguasai Timor Leste hingga 1975.

Pada 1975 ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal, Gubernur Portugis di Timor Leste, Lemon Pires, meminta Pemerintah Portugis untuk mengirimkan bantuan. 

Tapi permintaan itu tidak ada jawaban, sehingga gubernur menarik pasukan ke salah satu pulau di Timor Leste, yakni Pulau Kambing.Akibat dari revolusi bunga tidak hanya mengacaukan kondisi politik dan perekonomian Portugal.

Pada 28 November 1975, Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaan dari Portugis.

Kemerdekaan wilayah Timor Leste diumumkan oleh Front Revolusi untuk Timur Leste Merdeka (Fretilin) yang merupakan salah satu partai di Timor Leste.Fretilin mendeklarasikan Timor Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste.

Namun malang bagi Timor Leste katena kemerdekaan ini ternyata berlangsung sementara.Lepas dari Bangsa Eropa dan Jepang, tidak mudah bagi Timor Leste untuk berdiri menjadi negara sendiri.

Pasalnya, tak lama setelah deklarasi kemerdekaan itu, giliran pasukan Indonesia datang.Pada 1976, Indonesia menyatakan jika Timor Leste menjadi bagian negara Indonesia sebagai Provinsi Timor Timur.

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Timur Leste.Namun ada golongan yang tidak puas dan melakukan tindakan separatis.Dikutip dari Kompas,com, setelah lepas dari Portugis terjadi kekosongan kekuasaan di Timor Leste.

Kekosongan ini diisi oleh partai pro kemerdekaan dari akar rumput, yakni Fretilin.Mereka mengambil peran semi-pemerintah. Namun tindakan itu mendapat reaksi keras dari partai-partai lain yang memiliki misi masing-masing.

Pada waktu itu partai di Timor Leste ada tiga, yakni Fretilin, Uni Demokrat Timur (UDT), dan Associacao Popular Timorense (APODETI).Kedatangan pasukan Indonesia ke Timor Leste justru semakin memperkeruh konflik.

Korban-korban dari kedua pihak berjatuhan.Pemerintah Indonesia membawa masalah ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kemudian, Dewan Keamanan PBB juga menetapkan resolusi 1246 yaitu kesepakatan antara Indonesia, Portugis, dan PBB untuk menggelar referendum.Dari sanalah dimulai referendum untuk memutuskan bagaimana nasib Timor Leste.

Pada 30 Agustus 1999 digelar referendum di Timor Leste. Ada dua pilihan dalam referendum, yakni menerima otonomi khusus untuk Timor Lestes dalam NKRI atau menolak otonomi khusus.Hasil referendum menunjukkan sebanyak 94.388 penduduk atau 21,5 persen memilih tawaran otonomi khusus.Sementara, 344.580 penduduk atau 78,5 persen memilih untuk menolaknya. Hasil referendum itu membuat Timor Leste menjadi sebuah negara baru.(Serambinews)


Salam JurnalPasee.com

22 Pemuda Aceh Diringkus Saat Asyik Main Chip Higgs Domino di Kafe

 

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, Dandim Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, bersama unsur lainnya, memperlihatkan barang bukti HP android yang disita dari 22 orang saat sedang asyik main game chip higgs domino, Senin (20/9/2021)

Jurnalpasee.com, Lhokseumawe - Untuk memberantas perjudian online yang kian marak di tengah masyarakat, Polres Lhokseumawe merazia sejumlah kafe sehingga mengamankan 22 pemain judi online chip higgs domino beserta barang bukti HP android.

Sebanyak 22 orang dari berbagai usia remaja hingga dewasa itu dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Wira Satya Mapolres Lhokseumawe.

Mereka terjaring dalam razia petugas yang memantau ke sejumlah kafe di Kecamatan Banda Sakti saat sedang asyik memainkan game judi online tersebut.

Petugas pun langsung menangkap 22 pelaku dan mengamankan 22 unit HP berbagai jenis yang digunakan pelaku sebagai alat berjudi online serta uang tunai Rp 550 ribu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto mengatakan, pihaknya bertekad untuk memerangi dan memberantas judi online di tengah masyarakat.

Polisi juga merangkul Kodim 0103/Aceh Utara, MPU, Satpol-PP, dan Dinsos untuk bekerja sama memberantas judi online.

KBP Eko Hartanto menyebutkan, 22 orang yang diamankan itu kini menunggu nasibnya setelah pihak polisi berkoordinasi dengan MPU, Dinsos, dan Satpol-PP untuk menentukan sanksi yang bisa memberi efek jera.

"Kita mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar segera meninggalkan judi online yang dapat menimbulkan kemudharatan bagi masyarakat dan telah diharamkan oleh fatwa ulama," sebut Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto kepada Serambinews.com, Senin (20/9/2021).

“Ini bukan sekedar mengingatkan, tim kami di lapangan akan terus memantau sejumlah titik yang dianggap tempat perkumpulan bagi remaja yang suka bermain game atau judi online,” tukasnya.

Kapolres Lhokseumawe memaparkan, Tim Opsnal Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil menciduk 22 pemain judi online chip higgs domino itu di berbagai tempat dalam wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

 Razia ini, urai dia, berawal dari banyaknya informasi dari masyarakat terkait  permainan chip domino.

Atas informasi tersebut, lanjut Kapolres, pihaknya menurunkan tim ke beberapa TKP yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

"Alhamdullilah, dalam waktu dua hari, Sabtu (18/9/2021), dan Minggu (19/8/9/202), di sejumlah warkop dan kafe berhasil mengamankan 22 orang yang kedapatan masih menggunakan aplikasi game judi online. Selain mengamankan pelaku perjudian, tim Satreskrim juga mengamankan barang bukti," terang Kapolres.

 Ada pun pasal yang dilanggar, tambah AKBP Eko Hartanto, yaitu Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014.

Qanun Tentang Hukum Jinayat ini menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, menyediakan fasilitas atau membiayai jarimah maisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan 19 diancam uqubat cambuk paling banyak 45 kali atau denda paling banyak 450 gram emas murni atau penjara paling lama 45 bulan.

 Untuk diketahui bersama, bahwa sudah ada fatwa dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 1 Tahun 2016 bahwa yang namanya permainan dalam aplikasi chip higgs domino haram.

"Kami imbau seluruh stakeholder yang ada untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, jangan sampai aplikasi ini dijadikan ajang pertaruhan atau perjudian," pinta Kapolres Lhokseumawe.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP, Wakil Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk H Zulkifli Ibrahim, serta dari pihak Dinas Sosial, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH).(Serambinews)


Salam JurnalPasee.com 


Fraksi Demokrat DPR RI Minta Napi Penista Agama Diberi Sel Khusus

 

Tersangka kasus penistaan agama Islam Muhammad Kece dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di Sel (Kumparan)


Jurnalpasee.com Anggota Komisi Hukum (III) Fraksi Demokrat, Santoso, menyayangkan penganiayaan yang menimpa tersangka penista agama, Muhammad Kece, oleh sesama napi, Irjen Napoleon.


Santoso menyarankan ada sel khusus bagi terpidana penista agama agar kejadian tersebut tak terulang. “Untuk mencegah hal ini terulang kembali, menurut saya perlu para tersangka penista agama dipisahkan selnya dengan napi lain,” kata Santoso, Senin (20/9/2021).

Meski begitu, Santoso menilai harusnya Irjen Napoleon sebagai penegak hukum, paham untuk tidak main hakim sendiri.

Lebih jauh, Santoso menyoroti belakangan sangat banyak permasalahan lapas yang terjadi, termasuk kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang memakan banyak korban. Menurutnya, baik peristiwa tersebut dan penganiayaan yang dialami  Muhammad Kece mencerminkan buruknya pengamanan di lapas. “Belum lama terjadi kebakaran di Lapas Tangerang. Sebelumnya ada kasus larinya napi terpidana mati narkoba dengan melakukan penggalian tanah dari sel sampai keluar kawasan Lapas kurang lebih 30 meter, berlangsung sampai 5 bulan namun tidak diketahui petugas,” ujarnya.

“Perbuatan tersebut jelas mencederai pengamanan yang ada di rutan atau lapas saat ini. Kejadian itu mencerminkan manajemen rutan/lapas sudah carut marut,” tambah dia.

Santoso mengimbau pengelolaan lapas jangan berpusat pada napi saja. Tetapi harus dipastikan juga keamanannya. “Pengelolaan lapas jangan hanya pada pembinaan warga binaan atau napi saja. Sangat diperlukan manajemen yang komprehensif tentang pengamanan bagi para napi. Gedung yang aman dan nyaman,” paparnya.

“Keamanan yang melindungi serta fasilitas lainnya di lapas harus segera direalisasikan. Agar tidak ada lagi korban jatuh, baik karena musibah kecelakaan atau pun adanya penganiayaan yang dialami oleh napi,” tandas dia.


Selain dianiaya, Muhammad Kece dilumuri dengan kotoran di dalam sel oleh Irjen Napoleon. Penyebabnya, Napoleon mengaku tak terima dengan pernyataan Muhammad Kece soal dugaan penistaan agama.


Kasus ini tak hanya sekadar kekerasan di rutan. Kini, Napoleon dilaporkan ke Bareskrim tanggal 26 Agustus 2021, pelapornya Muhammad Kosman. Laporan ini dikonfirmasi Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono pada Jumat (17/9/2021).


Sementara, kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani mengatakan, kliennya dan Kece satu blok dengan Kece. Mereka pada jam tertentu sering bertemu. “Satu tahanan, enggak satu sel, satu blok,” kata Yani, Senin (20/9/2021) kemarin
.(law-justice)

Salam Jurnalpasee.com 

Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done