Didatangi Pemuda Aceh, Pria Palestina Ini Minta Maaf - Jurnal Pasee Blog's

Didatangi Pemuda Aceh, Pria Palestina Ini Minta Maaf



Didatangi Pemuda Aceh, Pria Palestina Ini Minta Maaf

JurnalPasee, Aceh Utara - Pria Palestina yang beberapa waktu lalu videonya mengomentari aksi pencari sumbangan mengamuk di Indomaret Matang kuli, Aceh Utara, Aceh , viral, akhirnya meminta maaf saat didatangi oleh seorang  pemuda Aceh.

Dalam sebuah video berdurasi 21 menit 33 detik dihalaman Facebook Seuramoe Mekkah, pria yang dipanggil Joe itu didatangi oleh pemuda aceh di kediamannya untuk meminta klarifikasi atas video yang viral itu.

Terlihat dalam video yang diposting dikolom komentar itu, pria Palestina tersebut mengenakan kaos hitam dan celana pendek.

Tak diketahui pasti siapa nama pemuda Aceh yang berani mendatangi langsung kediaman pria Palestina itu, namun dalam percakapan yang beredar divideo, keduanya tampak sudah saling mengenal satu sama lain.


Yang menimbulkan polemik di kalangan sebagian masyarakat Aceh menurut keterangan pemuda Aceh Itu karena Joe tidak menyebut kata "oknum" saat mengomentari pencari sumbangan yang mengamuk di Indomaret Matangkuli itu, sehingga seperti menuduh seluruh orang Aceh mencari sumbangan dengan cara-cara preman.

Nmaun hal itu diklarifikasi langsung oleh Joe. Dia mengaku bahwa maksudnya bukan menjustifikasi orang Aceh secara keseluruhan, tapi Dia bermaksud untuk kelakuan oknum pria pembawa bendera Palestina yang mengamuk didalam vidoe yang terjadi di Indomaret  Matangkuli.


Pemuda Aceh itu juga menjelaskan pada pria Palestina tersebut penyebab munculnya masalah sehingga pencari sumbangan di Aceh itu mengamuk kepada karyawan Indomaret.

"Sebelum kejadian mencari sumbangan itu, sudah ada imbauan dan kesepakatan bersama bahwa seluruh pengusaha yang ada di wilayah tersebut untuk berkontribusi terutama pada remaja mesjid, kemudian Palestina," katanya.


Pemuda Aceh juga menjelaskan bahwa pemicu kemarahan pencari sumbangan adalah karyawan yang mengatakan bahwa dia (karyawan) tidak punya duit.

"Dia bilang, kalau bapak tidak mau ya silahkan. Nah itulah yang memicu konflik," kata pemuda Aceh yang belum diketahui namanya itu.

Namun begitu, semua kesalahpahaman itu sudah diselesaikan antara pihak pencari sumbangan dan pelaku usaha yang dimediasi pleh kepolisian dan tokoh agama di Matangkuli.

Menanggapi penjelasn pemuda Aceh ini, Joe pun menerangkan bahwa tak perluada pemaksaan dalam hal bersedekah. Yang harus dilakukan adalah bekerja sebagai pencari sumbangan untuk mencari pahala, sementara yang memberikan seberapapun tidak perlu dipermasalahkan.

"Mau kita orang Aceh atau orang mana, ini oknum yang ada di Aceh ini tidak boleh bawa nama agama, bawa bendera Palestina tidak boleh, kita orang muslim tidak boleh menyiksa orang, tidak boleh memaksa orang bersedekah, mau dia kasih berapa pun terserah yang penting ikhlas," kata Joe

Di lain sisi menurutnya, seharusnya orang sadar memberi sedekah dengan mendatangi dan bila perlu menyusul pencari sumbangan untuk memberikan sumbangan seikhlasnya, karena itu adalah upaya mengejar pahala.

"Saya kalau melihat orang miskin, saya yang kerja kasih uang, karena kita yang butuh pahala. bukan kita datangi orang kita marahi gara-gara dikasih uang seribu,uang seratus ribu, itu nggak boleh," katnya.

Joe juga meminta maaf pada semuan masyarakat Aceh yang merasa tersinggung dengan kata yang kasar atau tidak layak. Minta maaf itu juga kita harus rendah hati dan tidak ada masalah,"katanya.
(Sumber:Beritakini)

Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Berikan pendapatmu tentang artikel ini

loading...
Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done