"Sexy Killer" Kisah Fakta di Balik Terangnya Listrik, Segelap Batu Bara - Jurnal Pasee Blog's

"Sexy Killer" Kisah Fakta di Balik Terangnya Listrik, Segelap Batu Bara

Dikarnakan sempat viral ditahun 2019 ini saya berencana untuk mereview Film Dokumenter buatan Watchdoc ini. Untuk link download bisa kamu scrool link paling bawah.

Oke sebelumnya saya mohon maaf karna baru bisa memposting hal seperti ini disaat setelah pemilu 2019, karna mungkin dengan melihat film ini kamu bisa lebih terbuka wawasanya atau bahkan berubah pikiran dalam memilih presiden saat ini. Karna film ini dipublish kesosial media tepat 3 hari sebelum diadakanya pilpres. Meski sempat tayang perdana di Universitas Melbourne pada tanggal 11 April 2019.

Film tersebut mengisahkan kesulitan sejumlah warga di Kalimantan Timur untuk mendapatkan air bersih setelah ekspansi pertambangan batu bara. Seperti Nyoman, warga yang mengikuti program transmigrasi ke Kutai Kertanegara yang mengaku kehadiran perusahaan batu bara sudah memblokir aliran air ke pertanian.

Belum lagi dampak dari lubang bekas pertambangan yang berada di sekitar kawasan pemukiman warga dan sepanjang 2014-2018 telah merengut 115 nyawa.

Sexy Killers menampilkan adanya keterlibatan para pejabat dan purnawirawan di sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Mereka terlibat secara aktif sebagai direksi, komisaris, pemilik saham dan sebagainya. Keterlibatan para pejabat ini secara tidak langsung menjadi alasan mengapa pemerintah seakan tidak menunjukkan komitmen yang kuat.

Sejumlah politisi top di Indonesia, termasuk para calon pemimpin seperti Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno memiliki kepentingan politik dan ekonomi yang besar dalam bisnis batu bara di Indonesia.

Sejumlah politisi top di Indonesia, termasuk para calon pemimpin seperti Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno memiliki kepentingan politik dan ekonomi yang besar dalam bisnis batu bara di Indonesia.



Melansir ABC News, Jumat (12/4/2019), fakta lainnya yang diangkat dalam film dokumenter tersebut adalah proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di kabupaten Batang Jawa Tengah.

Warga Batang yang sebagian besarnya adalah nelayan dan petani telah berjuang selama lima tahun untuk menentang proyek pembangunan PLTU Batang, yang disebut oleh aktivis sebagai "proyek kotor".

Ditemukan fakta PLTU Batang dibangun di kawasan konservasi perairan yang kaya akan ikan dan terumbu karang.

Disebutkan dalam laporan Greenpeace, PLTU Batang menjadi pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Asia Tenggara yang dibangun di tanah seluas 226 hektar dan "memangsa" lahan pertanian dan perkebunan produktif.

"Yang mengejutkan adalah PLTU ini akan dibangun di Kawasan Konservasi Laut Daerah Ujungnegoro - Roban, yang merupakan kawasan kaya ikan dan terumbu karang," tulisan laporan Greenpeace pada bulan Maret 2017.

Di film tersebut seorang nelayan geram sesaat setelah Presiden Joko Widodo meresmikan proyek pembangunan PLTU Batang. "Bila PLTU berdiri, anakku mau dibawa ke mana? Tak ada tempat lagi di Indonesia," ujar nelayan sambil menahan amarah dan air matanya.

"Gara-gara orang pintar, gunung dijual, laut ditanami besi."

Kabarnya ada ngebahas soal sisi gelap kubu Jokowi dan kubu Prabowo-Sandi. Apa kaitannya ya sama Pilpres 2019 ?

Silahkan donwload link dibawah ini !!!

https://openload.co/f/c7opBhzA4cM/SEXY_KILLERS_%28Full_Movie%29.mp4
Terimakasih

Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Berikan pendapatmu tentang artikel ini

loading...
Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done