Tersangka Pembunuhan Terancam Hukuman Mati - Jurnal Pasee Blog's

Tersangka Pembunuhan Terancam Hukuman Mati



Tersangka Pembunuhan Terancam Hukuman Mati


JurnalPasee - Aidil Syahputra Ginting (40) yang membunuh istri dan dua anak tirinya di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara dijerat pasal berlapis tentang pembunuhan berencana dan diancam hukuman mati. 

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lhokseumawe. Pelaku sebelumnya sempat melarikan diri usai membunuh istri dan dua anak tirinya. Namun, tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh berhasil menangkapnya di kawasan Lambaro, Aceh Besar.

Kasatreskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 tentang Pembunuhan atau Pasal 44 ayat 3 UU RI 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pasal 351 tentang Penganiayaan. “Ancamannya hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” katanya, Rabu (8/5/2019).

Dia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan motif pelaku yang baru lima bulan menikah dengan korban ingin mengusai harta benda istrinya, Ira Wati (35).

Pelaku yang merupakan suami ketiga korban bekerja sebagai tukang bangunan diduga sudah merencanakan jauh hari sebelumnya untuk membunuh istrinya, Ira Wati dan dua anak tirinya, Yazid, bayi berusia 16 bulan dan Zikra (14).

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka yang bekerja sebagai kuli bangunan ini membunuh istri dan dua anak tirinya untuk menguasi harta korban,” kata AKP Indra T Herlambang.

Sebelum pembunuhan terjadi, kata dia, pelaku dan korban sempat terjadi cekcok mulut terkait masalah penandatanganan harta gono gini. Saat itu, korban tidak setuju kalau harta dari suaminya pertama dibagi dengan pelaku. Sehingga terjadi keributan dan pelaku mengancam akan membunuh korban bersama anaknya.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dibunuh dengan cara digorok dan ditikam. Korban yang masih bayi dimasukkan ke bak mandi. Saat kejadian, kondisi rumah terkunci kecuali pintu di lantai dua. 

Dari tangan tersangka, polisi amankan sejumlah barang bukti di antaranya satu senjata tajam pisau lipat yang digunakan saat membunuh serta barang alat bangunan, sejumlah uang, dan telepon seluler (ponsel).

Kepada penyidik, tersangka mengakui dirinya membunuh istri dan kedua anak tirinya karena kesal koban sering minta cerai dan mengeluh nafkah yang diberikan tidak mencukupi. “Saya kesal dan sakit hati sama istri saya karena terus minta cerai,” ucapnya.

Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

1 comment

loading...
Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done